Make your own free website on Tripod.com

AUTOMOTIVE.com | Parts, Services & More.

 

BUKU TAMU KAMI

 

Anda tamu ke :

 

   

 

  INFINITE-LINKS

 

 

E-mail : sodikin_ms@my-muslim.net 

Pentingnya Do'a

Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa untuk melakukan apa saja. Akan tetapi, Allah memberikan keleluasaan kepada manusia untuk mengajukan permohonan , keinginan, dan harapan-harapannya kepada_Nya. Walaupun manusia tidak memanjatkan doa kepada-Nya, namun Allah tetap akan memberikan kepada manusia apa yang sudah menjadi bagiannya. Allah tidak membiarkan manusia berada dalam kebingungan dan kecemasan pada saat menghadapi permasalahan hidupnya di dunia ini. Manusia membutuhkan kesadaran , tempat ia mengadukan nasib; membutuhkan pijakan, tempat ia menyatakan keluh kesahnya, yaitu kepada pemegang kekuasaan yang tak terkalahkan keperkasaan-Nya, yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dan segenap mahluk yang ada di alam ini.

Allah memang tidak memerlukan pemberitahuan dari manusia apa yang menjadi kebutuhan dan harapannya dalam kehidupan di dunia ini, sebab Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar apa yang terjadi di seluruh jagad raya ini. Akan tetapi, mengapa Allah memberikan tuntunan kepada manusia untuk berdoa; dan apa pentingnya doa ini bagi kehidupan manusia dan kesehatan mental serta jasmaninya? Apakah kalau manusia tidak mau berdoa kepada Allah saat berada dalam kesulitan, penderitaan, malapetaka, atau kesenangan, maka Allah akan merasa rugi dan sedih? Jawabnya, sama sekali tidak. Keagungan dan kemuliaan Allah tidak akan bertambah karena manusia memuliakan dan mengagungkan-Nya dengan permohonan dan doa kepada-Nya. Jadi, pentingnya doa ini sebenarnya adalah untuk diri manusia dan kehidupannya sendiri, baik jasmani, rohani, maupun intelektualnya.

Apakah sebenarnya keuntungan yang diperoleh manusia dengan memanjatkan doa, mengahrapkan pertolongan dan rahmat dari Allah? Pentingnya manusia memanjatnya doa bagi kehidupan adalah :

  • Manusia sangat memerlukan sandaran yang dapat memberikan kekuatan kepada dirinya pada saat dia lemah, ketika segala kekuatan di luar dirinya tidak mampu lagi menopang dan menunjang dirinya. Pada saat semacam ini tiada jalan bagi manusia untuk dapat menentramkan diri , menenangkan hati, dan menjernihkan pikirannya, selain hanya mengadukan nasib dan keadaaannya kepada Yang Mahamutlak mengatur dan menentukan jalan hidupnya. Jalan untuk mendekatkan diri kepada Yang Mahamutlak ini adalah melalui mediu doa. Jadi, doa berfungsi sebgaai sarana pengaduan manusia yang tengah tercekam oleh kemelut, kesusahan, dan penderitaan. Disini yang mempunyai kepentingan adalah manusia , bukan Allah. (Bagaimana dengan kebahagiaan, kegembiraan dan keadaan yang tentram?)

  • Doa tidak semata-mata dimaksudkan untuk memohon pertolongan kepada Allah untuk melepaskan diri dari kesulitan dan penderitaan. Doa juga dimaksudkan sebagai sarana memohon kepada Allah untuk meningkatkan kualitas diri dan kemampuannya, sehingga dapat melakukan segala tugas yang dipikulnya dengan baik dan menggembirakan dirinya. Untuk mencapai maksud semacam ini, manusia tidak mampu bersandar pada kekuatan dirinya atau bantuan sesama manusia, sebab rintangan yang dihadapinya ternyata jauh lebih besar daripada kekuatan yang dimiliki dirinya dan manusia lainnya. Dalam keadaan semacam ini manusia menyandarkan segalanya kepada rahmat dan pertolongan Allah. Bagaimana cara manusia menyandarkan hal ini kepada Allah? Caranya antara lain dengan berdoa. Disini doa bukanlah merupakan kepentingan Allah, melainkan merupakan kepentingan manusia itu sendiri agar dirinya memeproleh kemampuan dalam mengatasi problem dan meningkatkan kemampuannya untuk menyelesaikan problem yang dihadapinya.

  • Doa mutlak diperlukan oleh manusia , karena manusia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya sekarang dan akan datang, padahal manusia selalu menginginkan keberhasilan dalam mencapai apa yang diinginkannya, sekarang dan akan datang. Untuk menagkal hal-hal yang tidak baik atau merugikan dirinya saat ini atau nanti, ia memerlukan adanya kekuasaan dan kekuatan di luar dirinya untuk menyelesaikan maslaah-masalah itu. Siapakah yang diharapkan dapat membantunya untuk menyelesaikan masalah semacam itu? Dan bagaimana cara pertolonga itu bisa didapat oleh dirinya?

  • Dalam hal ini Allah memberikan petunjuk agar manusia memanjatkan doa kepada-Nya. Dengan doa inilah Allah memberikan jalan dan pertolongan kepadanya dengan cara yang sama sekali tidak diketahui sebelumnya dan dari arah yang sama sekali tidak terduga oleh yang bersangkutan. Hal ini membuktikan bahwa doa itu merupakan sarana yang menjadi kepentingan manusia sendiri dan bukan menjadi kepentingan Allah.

Dengan uraian diatas menjadi jelaslah betapa doa itu sangat penting , bahkan mutlak penting bagi manusia dalam kehidupan sehari-harinya di dunia ini. Rasulullah SAW telah mengajarkan doa-doa untuk setiap masalah yang dihadapi manusia dalam bidang apa pun, sehingga terserah kepada yang berkepentingan untuk mempergunakannya atau tidak. Allah telah memberikan peluang kepada manusia untuk mengeluh dan mengadukan nasibnya kepada-Nya melalui sarana doa.

Jadi doa antara lain dimaksudkan agar manusia semakin mendekatkan diri kepada Allah dan mengenal-Nya sehingga tidak menjadi mahluk yang mengalami kebingungan, kekacauan, penuh kegelisahan, dan tekana batin yang tak kunjung dapat diselesaikan. Doa yang kita panjatkan kepada Allah insya Allah akan menghilangkan semua bentuk kekacauan batin, pikiran, dan perasaan kita pada saat kit atidak lagi dapat mencari jalan mengatasinya. Pada sat itulah jiwa kita hanya bisa menyandarkan diri kepada Allah, Tuhan Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, Maha Menguasai, dan Maha Menentukan jalan kehidupan mahluk-Nya.

Dengan menyadari pentingnya doa sebagaimana diuraikan sebagiannya di atas, mudah-mudahan kita menjadi sadar akan pentingnya doa bagi setiap orang sehingga kita tidak merasa berat dan malas untuk berdoa kapan saja dan dimana saja denga hati ikhlas.

MQ

 ke depan

 

Demi waktu !

Sesungguhnya manusia pasti berada dalam kerugian

Kecuali orang-orang yang beriman (dan istiqomah dengan imannya dan mau membuktikannya dengan) beramal sholeh

serta mau saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran (QS. Al-Ashr : 1 ~ 3)

 

              Last update 18/05/2001           

 copyright 2001 Shodikin MS & Ening W

  design by : shodikin ms pbg.